Jakarta – Perayaan Cap Go Meh Jakarta 2026 mendapat apresiasi dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Acara ini dinilai bukan cuma sekadar ritual budaya tahunan, tapi juga momentum nyata untuk menguatkan harmoni sekaligus mendorong roda ekonomi kreatif di Ibu Kota.
Irene Umar, sang Wakil Menteri Ekraf, melihat festival ini dengan kacamata yang lebih luas. Baginya, ini adalah ruang aktualisasi bagi para pelaku kreatif yang selama ini berjuang.
Demikian pernyataan Irene yang dikutip dari siaran pers, Rabu (4/3/2026).
Ia meyakini, ketika sebuah perayaan budaya dikemas secara inklusif dan kreatif, dampaknya akan jauh lebih besar. Bukan cuma soal kebanggaan identitas, tapi juga terciptanya peluang usaha dan lapangan kerja baru. Konsep “Cahaya Keberagaman di Glodok” yang diusung, menurutnya, justru mempertegas Jakarta sebagai kota global yang akarnya adalah harmoni dari berbagai budaya.
Di sisi lain, gelaran yang berpusat di kawasan Pancoran Chinatown Point Mall itu sendiri memang meriah. Nuansa tradisi bertemu modern terasa jelas, mulai dari seni pertunjukan kontemporer, atraksi barongsai yang memukau, hingga deretan stan kuliner yang menawarkan kreasi unik.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Tokoh Bali Sepakati Takbiran 2026 Tanpa Pengeras Suara Saat Nyepi
AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Lepas Pantai Sri Lanka, 87 Pelaut Tewas
29 Pekerja Migran Indonesia Bersiap Berangkat ke Jerman Lewat Program Triple Win
Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei