Cuaca di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terasa menusuk tulang. Bagi para pengungsi korban longsor, dingin yang ekstrem ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan ancaman nyata terutama untuk keluarga yang membawa bayi-bayi mereka. Di balik tenda-tenda pengungsian, suhu rendah menjadi tantangan berat yang harus dihadapi setiap hari.
Zahra, salah seorang pengungsi, dengan suara lirih menceritakan betapa krusialnya perlengkapan sederhana seperti selimut dan kaos kaki. Menurutnya, barang-barang itu vital untuk menjaga bayi tetap hangat.
katanya dari dalam posko pengungsian.
Namun begitu, kebutuhan tak cuma berhenti di situ. Dia juga menyoroti pentingnya persediaan obat-obatan dasar. Paracetamol, misalnya, jadi barang yang sangat dicari. Cuaca dingin yang tak kenal ampun membuat bayi rentan sekali terkena flu atau demam. “Obat kayak paracetamol juga perlu, karena bayi rawan kena flu. Dingin banget soalnya,” imbuh Zahra.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Puji Qori Cilik dan Sambut Hangat Santri di Acara Nuzulul Quran
Atletico Madrid Hajar Tottenham 5-2 di Laga Dramatis Liga Champions
Jadwal Salat 21 Ramadan 1447 H di Medan, Imsak 05:09 WIB
Mahfud MD Desak DPR Segera Rampungkan Revisi UU Pemilu dan Pilkada