Di sisi lain, urusan logistik sehari-hari ternyata tak kalah pelik. Makanan bayi dan popok adalah dua hal yang terus-menerus dibutuhkan. Kondisi pengungsian yang padat, ditambah sanitasi yang serba terbatas, membuat pemenuhannya jadi sulit. Belum lagi antrean panjang yang kerap harus dihadapi para orang tua.
tuturnya lagi.
Meski begitu, ada sedikit kabar baik di tengah kesulitan itu. Zahra mengakui, pasokan air bersih sejauh ini masih terbilang lancar. Hanya saja, ketika jumlah pengungsi membludak, akses ke sumber air pun ikut tersendat. “Kalau air bersih sebenarnya terhitung bagus dan lancar, cuma kalau pengungsinya lagi banyak, agak susah juga ke air,” pungkasnya.
Harapannya jelas. Bantuan yang datang ke lokasi diharapkan bisa lebih jeli melihat kebutuhan kelompok rentan terutama bayi dan balita. Dalam situasi darurat pasca-bencana, perhatian pada hal-hal spesifik seperti inilah yang sering kali menentukan kesehatan dan keselamatan mereka.
Artikel Terkait
IKA Unhas Salurkan Bantuan ke 436 Warga dan Pekerja Sosial di Kelurahan Panaikang
Presiden Prabowo Puji Qori Cilik dan Sambut Hangat Santri di Acara Nuzulul Quran
Atletico Madrid Hajar Tottenham 5-2 di Laga Dramatis Liga Champions
Jadwal Salat 21 Ramadan 1447 H di Medan, Imsak 05:09 WIB