Khamenei, sosok yang memimpin Iran lebih dari tiga puluh tahun, meninggal dunia pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Kematiannya datang tak lama setelah serangan terkoordinasi AS-Israel menghujani Teheran dan beberapa wilayah Iran lainnya. Dari laporan-laporan yang beredar, lokasi pertemuan Khamenei beserta para pejabat tingginyalah yang menjadi sasaran bombardir.
Pihak berwenang Iran baru mengonfirmasi kabar duka itu sehari kemudian, tepatnya Minggu (1/3). Mereka pun langsung mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk menghormati almarhum.
Kini, dengan mangkatnya Khamenei, Iran memasuki fase genting: mencari pengganti. Tugas berat ini berada di pundak Majelis Pakar, sebuah badan istimewa yang beranggotakan 88 ulama senior. Mereka yang akan memutuskan siapa nama berikutnya yang memimpin Republik Islam.
Di sisi lain, ancaman terbuka dari Menhan Israel itu seperti menambah panas suasana yang sudah tegang. Seolah memberi tahu bahwa siapa pun yang terpilih nanti, langkah pertamanya sudah diintai bayang-bayang peluru.
Artikel Terkait
Imigrasi Bogor Amankan 13 WN Jepang Pelaku Sindikat Penipuan Daring di Sentul
AS-Israel Serang Iran, Perluasan Konflik Ancam Stabilitas Timur Tengah
Presiden Prabowo Putuskan Nuzulul Quran Digelar di Istana Negara
Dubes Iran Tolak Mediasi Indonesia, Sebut Tak Ada Ruang Negosiasi dengan AS