“Tapi, prinsip politik luar negeri bebas aktif dan komitmen pada perdamaian dunia tetap jadi pegangan utama.”
Harapannya, dengan langkah-langkah terpadu, Indonesia bukan cuma bisa menjaga ketahanan dalam negeri, tapi juga ikut mendorong perdamaian di kancah global.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sudah menggelar pertemuan tertutup yang cukup penting. Dia mengumpulkan mantan presiden dan wakil presiden, plus para ketua umum partai politik. Agenda utamanya membahas dinamika geopolitik global yang memanas, termasuk konflik Iran-Israel itu.
Dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3) lalu, pemerintah memastikan Indonesia sudah dalam posisi siaga. Menteri ESDM sekaligus Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia, yang hadir dalam pertemuan itu, membenarkan hal tersebut.
“Bapak Presiden menjelaskan berbagai hal terkait perkembangan geopolitik dan kesiapan Indonesia,” kata Bahlil usai pertemuan.
“Khususnya kesiapan kita dalam menghadapi dinamika global, utamanya di sektor energi dan beberapa persoalan lainnya.”
Pertemuan itu seperti jadi sinyal bahwa pemerintah mulai serius menggarisbawahi ancaman yang mungkin merambat ke dalam negeri. Tinggal sekarang, langkah konkret seperti apa yang akan menyusul.
Artikel Terkait
Polda Banten Siapkan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera sebagai Jalur Alternatif Truk Saat Mudik
Pemprov DKI Siap Ikuti Aturan Pusat untuk THR ASN
KPK Tahan Bupati Pekalongan Tersangka Korupsi Tender dengan Modus Lebih Maju
JPO Sarinah yang Direvitalisasi Kembali Dibuka, Fasilitas Disabilitas Jadi Fokus