Kampus Ivy League Berduka: Penembak Berpakaian Gelap Masih Berkeliaran di Brown University

- Minggu, 14 Desember 2025 | 12:55 WIB
Kampus Ivy League Berduka: Penembak Berpakaian Gelap Masih Berkeliaran di Brown University

Seorang pria bersenjata masih berkeliaran. Ia diduga sebagai pelaku penembakan yang mengguncang Universitas Brown, Amerika Serikat, dan merenggut dua nyawa. Usianya diperkirakan sekitar 30 tahunan.

Berdasarkan keterangan saksi, pria itu terlihat mengenakan pakaian gelap. Rekaman video menunjukkan dia berjalan di Hope Street, tak jauh dari lokasi kejadian. Yang menarik, beberapa saksi mata menyebutkan si tersangka kemungkinan memakai masker kamuflase berwarna abu-abu.

Situasi di sekitar kampus masih mencekam. Perintah untuk tetap tinggal di dalam rumah masih berlaku bagi warga di dalam dan sekitar area Brown. Pihak universitas sendiri mengumumkan bahwa polisi akan menyisir beberapa gedung non-perumahan. Tujuannya, untuk mengamankan dan mengawal orang-orang ke tempat yang lebih aman.

Walikota Providence, Brett Smiley, memberikan keterangan pers.

"Aparat penegak hukum akan terus disiagakan di seluruh kota pada hari Minggu ini," ujarnya.

Meski begitu, Smiley tampaknya berusaha menenangkan. Ia mengatakan tidak menyarankan warga untuk membatalkan seluruh rencana akhir pekan mereka, meski pencarian terhadap pelaku masih terus digelar.

Korban jiwa dan luka-luka didominasi oleh mahasiswa. Dua orang yang meninggal dan delapan lainnya yang terluka adalah para pelajar. Saat ini, sembilan pasien dengan luka tembak sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Rhode Island.

Peristiwa mengerikan ini terjadi Sabtu malam waktu setempat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun tersangka yang berhasil ditahan.

"Kami belum menahan pelaku penembakan," tegas Wali Kota Smiley dalam pernyataan terpisah.

Brown bukan universitas biasa. Kampus ini termasuk dalam jajaran Ivy League yang bergengsi, sebuah sebutan untuk delapan universitas swasta di timur AS yang terkenal dengan keunggulan akademik dan jaringan alumninya yang kuat. Insiden ini tentu mengejutkan banyak pihak.

Presiden AS Donald Trump pun angkat bicara. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah upaya pertolongan terhadap para korban.

"Saya telah mendapatkan pengarahan lengkap soal situasi di Universitas Brown. Sungguh mengerikan," kata Trump.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler