Rumah kedua, yang tertimpa material runtuhan, mengalami kerusakan ringan. Adam menambahkan, tembok yang ambruk itu sebenarnya belum permanen belum diplester sehingga rentan terhadap tekanan air dan angin.
"Butuh penanganan lebih lanjut dari semua pihak terkait," imbuhnya. Kekhawatirannya, kalau hujan dan angin seperti itu datang lagi, kerusakan bisa makin meluas. Longsoran material dikhawatirkan akan melebar.
Di sisi lain, bencana serupa juga terjadi di wilayah Ciseeng, Kabupaten Bogor, pada malam yang sama. Atap rumah rusak diterpa angin kencang. Untungnya, dari kedua insiden ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Namun begitu, situasi ini jadi pengingat. Adam menekankan, respons cepat dari pihak berwenang sangat dibutuhkan untuk mencegah hal yang lebih buruk di kemudian hari.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Bupati Pekalongan Tersangka, Diduga Paksa Perusahaan Keluarga Menang Tender
Waktu Buka Puasa Jayapura 4 Maret 2026 Pukul 17.57 WIT
OJK dan Polri Geledah Mirae Asset Sekuritas, Dugai Manipulasi Saham BEBS
Negara-Negara Teluk Hadapi Dilema Balas Dendam Usai Serangan Iran