Pemerintah Buka Impor Bioetanol AS untuk Tutupi Defisit Pasokan BBM

- Rabu, 04 Maret 2026 | 10:45 WIB
Pemerintah Buka Impor Bioetanol AS untuk Tutupi Defisit Pasokan BBM

Sebelumnya, pemerintah memang membuka peluang impor etanol. Ini bagian dari strategi besar pengembangan energi bersih. Rencananya, pencampuran bioetanol wajib atau mandatori akan dimulai bertahap. Tahap awal dengan E5 di 2028, lalu naik ke E10 pada 2030. Bahkan, target jangka panjangnya mengarah ke E20.

Tentu saja, semua itu harus mempertimbangkan kesiapan produksi lokal, distribusi, dan infrastruktur yang ada. Masa transisi ini yang kemudian dibuka peluang kerjasama perdagangan, termasuk dengan Amerika Serikat. Kerjasamanya harus proporsional, terukur, dan tentu saja, mengutamakan kebutuhan dalam negeri.

Di sisi lain, pemerintah tak mau bergantung impor selamanya. Upaya memperkuat kapasitas produksi bioetanol lokal terus digenjot. Harapannya, industri dalam negeri bisa tumbuh secara berkelanjutan. Jadi, impor ini bukan tujuan akhir, melainkan bantuan sementara.

Pada intinya, implementasi perjanjian dagang timbal balik di sektor ESDM ini dirancang bertahap. Semuanya harus terukur dan, yang paling penting, selaras dengan kepentingan nasional jangka panjang.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar