Pemerintah Buka Impor Bioetanol AS untuk Tutupi Defisit Pasokan BBM

- Rabu, 04 Maret 2026 | 10:45 WIB
Pemerintah Buka Impor Bioetanol AS untuk Tutupi Defisit Pasokan BBM

Rencana impor bioetanol dari Amerika Serikat akhirnya mendapat penjelasan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, langkah ini semata-mata untuk menutupi kekurangan pasokan dalam negeri. "Logikanya sederhana," ujarnya. "Kalau produksi kita cuma 10, sementara kebutuhan kita 20, ya kekurangan 10 itu bisa diimpor. Amerika salah satu opsi kita."

Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai konferensi pers di kantornya, Selasa (3/3), yang membahas situasi Timur Tengah dan dampaknya ke sektor energi.

Nah, soal teknisnya, Bahlil punya syarat ketat. Bioetanol yang diimpor dari AS harus punya kadar 99,9 persen. Kenapa harus setinggi itu? Tujuannya jelas: biar nggak ada debat kusir. Sebab, etanol ini nantinya akan dicampurkan ke dalam bahan bakar minyak (BBM). Spesifikasi tinggi diperlukan agar kualitas BBM tetap terjaga.

Selain untuk BBM, etanol impor itu juga bisa dipakai buat keperluan lain. Misalnya, industri kosmetik atau manufaktur. Tapi untuk kebutuhan yang satu ini, Bahlil lebih longgar. Spesifikasinya diserahkan sepenuhnya ke pabrik yang bakal memakainya.

"Ya itu kan tergantung sama pabriknya. Mereka sendiri yang lebih tahu kebutuhan industrinya seperti apa," kata Bahlil.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar