Gempa berkekuatan 4,3 magnitudo mengguncang kota Gerash di Provinsi Fars, Iran selatan, Selasa lalu. Guncangannya terasa cukup kuat. Menurut Badan Survei Geologi AS atau USGS, pusat gempa berada di kedalaman sekitar 10 kilometer.
Untungnya, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan berarti yang muncul pascagempa. Kabar ini dilaporkan oleh sejumlah kantor berita pada Rabu, 4 Maret 2026.
Peristiwa alam ini terjadi di tengah situasi yang sudah memanas. Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memang sedang meningkat belakangan ini. Serangan dan aksi balasan militer terus berlangsung di berbagai titik di Timur Tengah sejak akhir Februari, menambah suasana mencekam.
Wilayah selatan Iran sendiri sebenarnya rawan gempa. Daerah itu terletak di sabuk seismik Zagros, kawasan tektonik yang sangat aktif. Penyebabnya adalah tumbukan antara lempeng Arab dan Eurasia. Pergerakan di sepanjang patahan besar di sana sering memicu guncangan, jadi gempa bukan hal yang benar-benar asing bagi warga setempat.
Di Nevada, Rangkaian Gempa dan Sebuah Patahan Baru
Sementara di belahan dunia lain, tepatnya di Amerika Serikat, bumi juga bergoyang. Serangkaian gempa mengguncang wilayah terpencil di Nevada bagian tengah, dekat Tonopah. Salah satu yang tercatat berkekuatan 4,0 magnitudo, terjadi di dekat Warm Springs pada Selasa pagi.
Bagi para ahli, aktivitas seismik seperti ini sebenarnya hal biasa di Nevada. Gempa-gempa kecil sering berkumpul di satu wilayah tertentu.
Artikel Terkait
Andre Rosiade Bagikan 3.000 Sembako dan Janjikan Perbaikan Infrastruktur di Lima Puluh Kota
DPR Desak Pemerintah Tingkatkan Ketahanan Energi dan Pangan Jelang Eskalasi Timur Tengah
Gubernur DKI Umumkan Rencana Pembangunan Museum Peranakan Tionghoa di Glodok
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling Senilai Rp183 Miliar di Tanjung Priok