Tapi rupanya, ceritanya belum selesai. Dua drone Iran lainnya diduga melakukan serangan terpisah, dengan sasaran di sekitar atau bahkan tepat di area kompleks diplomatik itu. Informasi ini datang dari sumber lain yang mengetahui detil operasi.
Narasi dari pihak Iran pun muncul. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan mereka telah memulai upaya untuk menghancurkan apa yang mereka sebut "pusat-pusat politik Amerika" di kawasan tersebut.
Pernyataan resmi mereka, yang disebarkan via Telegram, terang-terangan menyebut insiden di Riyadh.
"Ledakan di kedutaan Washington di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, adalah langkah ke arah ini," tulis IRGC.
Situasinya jelas makin memanas. Serangkaian serangan ini bukan hanya soal kerusakan fisik, tapi lebih seperti pesan yang dikirim dengan keras dan jelas ke jantung kepentingan Amerika di Timur Tengah.
Artikel Terkait
KPK Minta Hakim Tolak Praperadilan dan Pertahankan Status Tersangka Yaqut
Iran Ancam Balas Serangan AS-Israel Usai Klaim Kematian Khamenei dan Ratusan Korban Sipil
Menlu: Presiden Prabowo Telpon Pemimpin Teluk, Indonesia Tawarkan Mediasi
Program Makan Bergizi Polri Dongkrak Semangat dan Kehadiran Siswa di SDN 07 Palmerah