Prabowo Usulkan Pengerahan Dokter Magang untuk Tangani Krisis Medis Pascabencana

- Minggu, 07 Desember 2025 | 20:42 WIB
Prabowo Usulkan Pengerahan Dokter Magang untuk Tangani Krisis Medis Pascabencana

Di tengah situasi darurat pascabencana di Sumatera dan Aceh, Presiden Prabowo Subianto mendesak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk segera mengerahkan tenaga medis tambahan. Kekurangan dokter di lapangan ternyata sangat kritis.

Menurut Budi, banyak dokter setempat yang justru ikut menjadi korban, sehingga memperparah kondisi. "Kita kekurangan dokter karena dokter di sana jadi korban juga," ucapnya.

Untuk mengatasi hal ini, Budi sudah meminta bantuan langsung ke Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Ia berharap sekitar 300 dokter dari TNI dan Polri bisa diturunkan selama tiga bulan ke depan.

"Jadi saya minta tolong juga Pak Menhan. Kalau boleh, saya butuh sekitar 300 dokter 3 bulan ke depan untuk ngisi sampai mereka jadi," jelas Budi. "Saya atasi sebagian, tapi kalau boleh TNI Polri kan lebih gampang mobilisasinya."

Mendengar penjelasan itu, Prabowo langsung menyodorkan sebuah ide. Ia bertanya apakah dokter koas atau yang masih dalam masa pelatihan bisa diterjunkan ke lokasi bencana.

"Sekarang saya tanya, kalo koas boleh nggak diterjunkan? Sudah boleh?" tanya Prabowo.

Budi menanggapi. Ia menyebut yang memungkinkan untuk diturunkan saat ini adalah dokter magang atau internship. Hanya saja, mereka tetap memerlukan pengawasan dari dokter yang lebih senior.

"[Dokter] yang internship, Pak, tapi emang harus ada dokter pendamping," jawab Budi. "Saya sebenarnya kalo diizinkan, saya pinjam 300 dokter kita deploy 3 bulan ke puskesmas-puskesmas."

Prabowo tampaknya ingin memastikan lagi. Ia pun kembali menekankan soal pengerahan dokter magang ini dan meminta agar jumlahnya segera dihitung. Tak lupa, ia juga menyoroti potensi dari kampus-kampus.

"Internship bisa ya? Dia kan practice udah bisa," ujar Prabowo. "Sekarang dicek ya Pak, internship kita sudah berapa yang bisa. 74? Bisa juga kan? Ya kalo koasnya. Saya kira bisa itu, perguruan tinggi dikerahkan juga internnya, internship."

Langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi cepat untuk mengisi kekosongan tenaga medis di daerah yang terdampak parah.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar