Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran berakhir dengan tragedi. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan gugur. Dunia pun menahan napas, dan sorotan kini beralih ke dua sekutu utama Teheran: Rusia dan China. Sejauh mana mereka akan membela Iran?
Hubungan diplomatik, perdagangan, dan militer antara Moskow-Beijing dengan Iran memang sudah lama dan erat. Tapi serangan mematikan ini benar-benar menguji komitmen mereka. Apakah dukungan hanya akan berhenti di kata-kata, atau ada langkah nyata yang akan menyusul?
Dari Moskow, reaksinya keras. Namun begitu, kalau diamati lebih saksama, dukungan konkretnya masih terbatas. Sikap Rusia sepertinya mencerminkan dua hal: kemarahan terhadap AS dan Israel, di satu sisi, dan kehati-hatian agar tidak ikut terseret ke dalam konflik terbuka, di sisi lain.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, tak menyembunyikan kekecewaannya. Dia menyayangkan perundingan antara Washington dan Teheran justru berujung pada situasi yang memburuk.
Artikel Terkait
BNPP RI Gelar Dialog Langsung dengan Calon Birokrat Muda di Wilayah Perbatasan
Kajian Roblox Bahas FOMO Dunia vs Akhirat di Masjid Al-Blok, 4 Maret 2026
KPK Tetapkan Status Hukum Terkait OTT Bupati Pekalongan dalam 24 Jam
KPK Naikkan Status Perkara OTT Pekalongan ke Tahap Penyidikan