Hal lain yang patut dicatat, semua perluasan ini memenuhi standar ketat. Mulai dari current Good Manufacturing Practices (cGMP) lokal dan internasional, aturan PIC/S, hingga persyaratan ketat European Union Good Manufacturing Practices (EU GMP) dan Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia. Ini sinyal kuat kesiapan mereka menjangkau pasar global yang lebih luas.
Setelah Line 4 dan 5 beres, pembangunan Line 6 akan segera menyusul. Semua ini bagian dari strategi pengembangan kapasitas yang berkelanjutan. Intinya, merespons lonjakan kebutuhan obat steril baik di pasar regional maupun global.
Memang, peluang pasarnya sangat cerah. Laporan industri memproyeksikan pasar sterile injectable global bakal mencapai sekitar US$4,9 miliar pada 2026. Angka itu bahkan berpotensi meledak hampir ke US$9,9 miliar pada 2035. Pertumbuhan tahunannya sekitar 8%, angka yang cukup menggoda.
Kawasan Asia Pasifik disebut-sebut sebagai motor pertumbuhan terbesar. Faktor pendorongnya beragam: belanja kesehatan yang meningkat, fasilitas medis yang makin banyak, dan tentu saja, kebutuhan akan injeksi dan sediaan steril yang tak pernah surut.
Kondisi itu sekaligus menegaskan betapa krusialnya kehadiran fasilitas produksi steril yang andal dan berstandar tinggi. Tanpa itu, rantai pasok di tingkat regional bisa rentan.
Dengan penambahan lini produksi ini, kemampuan PT EIF dipastikan makin solid. Daya saing PYFA di pasar pun diharapkan terdongkrak signifikan. Langkah ini bukan cuma ekspansi biasa, tapi penegasan komitmen untuk tetap jadi pemain kunci di industri farmasi steril.
Artikel Terkait
Rusia Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Namun Sikapnya Tetap Terukur
Pembalap MotoGP Joan Mir dan Luca Marini Bantu Pembuatan Ogoh-ogoh di Bali
Pasar Saham AS Melemah Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
Truk Mogok di Tol Tangerang-Jakarta Picu Kemacetan Parah dan Keterlambatan Transjakarta