Manchester - Awal yang manis. Itulah yang dirasakan Michael Carrick di periode keduanya memegang kendali Manchester United. Sebagai manajer interim, catatannya fantastis: enam menang dan sekali imbang dari tujuh laga pertama. Suasana di sekitar klub pun terasa lebih ringan.
Namun begitu, Carrick sendiri tak mau larut dalam euforia. Pria asal Inggris itu justru bersikap sangat realistis. Ia paham betul, dalam sepak bola, roda terus berputar. Kekalahan atau masa sulit pasti akan datang, itu hanya soal waktu.
“Pada titik tertentu, ia tahu kekalahan atau penurunan performa pasti akan datang,” begitu kira-kira isi pikirannya. Tantangan sebenarnya, menurut Carrick, adalah mencegah satu kekalahan berubah menjadi tren buruk yang berkepanjangan. Itu kuncinya.
Artikel Terkait
Truk Mogok di Tol Tangerang-Jakarta Picu Kemacetan Parah dan Keterlambatan Transjakarta
Perut Buncit Bukan Tanda Sehat, Bisa Picu Hipertensi hingga Stroke
Polri Ungkap Sindikat Perburuan Gajah Sumatera di Riau, 15 Tersangka Ditangkap
Iran Siapkan Pemakaman Ali Khamenei di Kompleks Suci Mashhad