Mayat seekor gajah Sumatera ditemukan dalam kondisi mengerikan di areal konsesi PT RAPP, Pelalawan. Hewan berusia sekitar 40 tahun itu tewas tanpa kepala, belalai, dan kedua gadingnya. Penemuan oleh warga pada Senin lalu itu langsung menyulut penyelidikan.
Hasil nekropsi kemudian menguak fakta pahit. Ada dua proyektil peluru tertanam di tengkorak belakangnya. Elephas maximus sumatranus itu jelas-jelas dibunuh. Bukan mati karena sakit atau usia tua.
Setelah penyelidikan panjang yang melibatkan scientific crime investigation, Polda Riau akhirnya berhasil membongkar sindikat di balik pembunuhan ini. Mereka menangkap eksekutor lapangan hingga penadah gading. Total, 15 tersangka sudah diamankan. Tiga lainnya masih buron dan masuk DPO.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini adalah bukti nyata komitmen institusinya.
"Kapolri selaku pimpinan Polri berkomitmen melindungi alam dan lingkungan hidup termasuk satwa liar yang dilindunginya di Indonesia. Perkara yang sedang ditangani oleh Polda Riau adalah salah satu wujud dan bukti konkret komitmen tersebut," jelas Johnny Isir di Mapolda Riau, Pekanbaru, Selasa (3/3).
Ia berharap momentum ini bisa memperkuat kolaborasi semua pihak untuk melindungi satwa langka. Harapan yang wajar, mengingat ancaman terhadap populasi gajah Sumatera kian nyata.
Apresiasi juga datang dari Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Dalam konferensi pers yang sama, ia menyayangkan praktik brutal dan ilegal yang masih terjadi ini.
"Di sisi lain, kita ketahui gajah Sumatera adalah satwa paling disayangi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujar Raja Juli.
Tak lupa, Menteri memberikan penghargaan langsung kepada sejumlah perwira tinggi dan menengah Polda Riau yang terlibat dalam pengungkapan kasus. Di antaranya Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara.
Kasus ini mungkin terungkap, tapi rasanya masih menyisakan kepedihan. Seekor raksasa rimba yang seharusnya dilindungi, justru berakhir dengan cara yang begitu keji.
Artikel Terkait
JK Bantah Tuduhan Penistaan Agama, Tegaskan Ceramahnya Ajakan Berdamai
Iran Kembali Kunci Ketat Selat Hormuz, Balas Blokade Laut AS
Kapolres Rohil Perkenalkan 23 Personel Baru Polsek Panipahan, Tegaskan Bebas Narkoba
Xiaomi Resmi Sesuaikan Harga Ponsel Redmi dan POCO di Indonesia