Sejarah, memang, punya cerita serupa. Ambil contoh Ole Gunnar Solskjaer. Diawali dengan gemilang delapan kemenangan beruntun saat pertama menukangi MU di 2018, musim itu justru ditutup dengan pil pahit: delapan kekalahan dalam 12 pertandingan terakhir. Naik turunnya memang drastis.
Pengalaman Carrick sendiri saat menangani Middlesbrough juga memberi pelajaran. Awal yang luar biasa, 15 kemenangan dari 21 laga. Tapi semua itu seakan menguap di akhir, saat Boro cuma menang dua kali dalam sepuluh pertandingan dan gagal promosi lewat babak play-off.
Jadi, meski awal yang ia torehkan di Old Trafford kali ini begitu memukau, Carrick tampaknya memilih untuk menatap ke depan dengan kaki tetap menapak tanah. Fase sulit akan tiba, dan bagaimana ia menyikapinyalah yang nanti menentukan.
Artikel Terkait
Truk Mogok di Tol Tangerang-Jakarta Picu Kemacetan Parah dan Keterlambatan Transjakarta
Perut Buncit Bukan Tanda Sehat, Bisa Picu Hipertensi hingga Stroke
Polri Ungkap Sindikat Perburuan Gajah Sumatera di Riau, 15 Tersangka Ditangkap
Iran Siapkan Pemakaman Ali Khamenei di Kompleks Suci Mashhad