Megawati Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei

- Rabu, 04 Maret 2026 | 05:15 WIB
Megawati Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei

Megawati memuji konsistensi Khamenei memimpin di tengah tekanan geopolitik yang berat. “Selama lebih dari tiga dekade, beliau memimpin bangsanya dalam situasi yang sangat sulit,” tulisnya. Baginya, Khamenei adalah negarawan yang berhasil memadukan iman, keadilan sosial, dan sikap anti-imperialisme.

Yang menarik, surat ini menyoroti kedekatan batin antara Khamenei dan Bung Karno. Megawati mengungkapkan, sejak muda, Khamenei dikenal mengagumi pemikiran Proklamator Indonesia itu. Bahkan, Pancasila dan semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung disebut menjadi referensi bagi sang Ayatullah.

“Dalam diri beliau, kami melihat seorang ulama dan negarawan yang berupaya memadukan iman keagamaan, keadilan sosial, dan sikap anti-imperialisme dalam satu garis perjuangan yang konsisten,” tulis Megawati.

Nuansa personal semakin kuat ketika Megawati mengenang kunjungannya ke Teheran pada 2004. Saat itu, sebagai Presiden, dia bertemu langsung dengan Khamenei. “Saya merasakan sambutan persahabatan yang hangat,” kenangnya. Dia bahkan sempat mengundang Khamenei untuk datang ke Indonesia, sayangnya tidak pernah terwujud.

Di sisi lain, surat ini juga tegas menyuarakan sikap politik. Megawati mengecam keras agresi militer yang menewaskan Khamenei. “Bangsa Indonesia berdiri bersama rakyat Iran dalam menolak dan mengecam keras segala bentuk agresi militer sepihak,” tegasnya. Menurutnya, penyelesaian konflik harus melalui dialog dan hukum internasional, bukan kekerasan.

Surat yang cukup panjang itu ditutup dengan doa. Megawati berharap rakyat Iran diberi kekuatan dan kebijaksanaan melewati masa sulit ini. “Semoga persahabatan antara bangsa Indonesia dan bangsa Iran tetap terpelihara,” harapnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyerahkan surat duka dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei kepada Dubes Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi. Foto: Istimewa.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar