Di tengah ketegangan yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat, Indonesia mengulurkan tangan. Menteri Luar Negeri Sugiono secara terbuka menyatakan kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak sebagai mediator. Tawaran itu, meski sudah di atas meja, sepenuhnya bergantung pada kemauan politik Washington dan Teheran.
"Kalau kedua belah pihak berkeinginan, ya kita, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator," ujar Sugiono.
Pernyataan itu disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam (3/3/2026).
Namun begitu, Sugiono juga realistis. "Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu, ya kita kembalikan kepada mereka," tambahnya, merujuk pada kemungkinan bahwa negosiasi lanjutan mungkin tak kunjung terjadi. Intinya, Indonesia tak mau memaksakan diri. Mereka hadir sebagai penawar solusi, bukan pihak yang ikut campur secara gegabah.
Artikel Terkait
4 Maret dalam Catatan Sejarah: Dari Penobatan Frederick I hingga Berdirinya Batavia
DPR Desak Pemerintah Lindungi PMI di Timur Tengah yang Memanas
OJK Uji Coba Produk Investasi Mirip Reksa Dana untuk Aset Kripto
Barcelona Menang 3-0, Atletico Madrid Lolos ke Final Copa del Rey