Suasana di Timur Tengah kembali memanas. Pasca serangan AS dan Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei akhir Februari lalu, gelombang balasan dari Iran dan sekutunya seperti Hizbullah mulai meluas. Qatar, Arab Saudi, hingga Kuwait jadi sasaran. Di tengah gejolak ini, suara dari Senayan pun muncul, menyerukan perlindungan untuk pekerja migran kita di sana.
Yahya Zaini, Wakil Ketua Komisi IX DPR, dengan tegas meminta pemerintah hadir. "Negara harus menjamin keselamatan PMI di Timur Tengah," tekan Yahya kepada para wartawan, Rabu (4/3/2026).
Dia mendesak Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk tidak tinggal diam. Koordinasi yang proaktif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara-negara konflik dinilainya sangat mendesak.
"Saya minta PMI untuk segera melapor ke KBRI setempat. Itu langkah pertama yang krusial," tambahnya.
Selain itu, Yahya juga mengimbau para tenaga kerja Indonesia untuk mencari tempat aman dan menjauhi lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi target. Dia punya poin-poin lain yang tak kalah penting.
Misalnya, peran atase ketenagakerjaan di kawasan Semenanjung Arab. Mereka diminta proaktif mendata dan berkomunikasi dengan para pekerja. Lalu, diplomasi. KP2MI bersama Kementerian Luar Negeri didorong untuk segera berunding dengan pemerintah setempat guna memastikan jaminan keamanan.
"Dan jika situasi makin memburuk," ujar Yahya, "persiapan evakuasi ke tempat yang lebih aman harus benar-benar dipersiapkan. Jangan sampai kita terlambat."
Artikel Terkait
KPK Lelang Mobil Innova Zenix hingga Tas Loewe dari Barang Bukti Korupsi
Enam Film Indonesia hingga Konser Harry Styles di Netflix Ramaikan Lebaran
KPK Amankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT di Semarang
Pakar Gizi Ingatkan Kiat Diet Sehat Saat Puasa Ramadan