Posisi Jakarta sendiri cukup jelas: ingin menjadi jembatan. Menurut Menlu, upaya ini intinya adalah meminimalisir perbedaan yang ada. Meski belum ada langkah konkret yang terlihat seperti diakui Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi Indonesia tetap akan memantau situasi dengan cermat. Dinamika geopolitik di Timur Tengah bukan hal sepele, dan mereka tak ingin tinggal diam.
"Yang pasti, Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan dari perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita," tegas Sugiono.
Sebelumnya, kabar dari Kementerian Luar Negeri menyebutkan bahwa jika disetujui, Prabowo siap terbang langsung ke Teheran. Tujuannya satu: memfasilitasi dialog. Ini adalah bagian dari komitmen yang lebih luas, upaya pemerintah untuk ikut menciptakan kembali kondisi keamanan yang lebih kondusif di kawasan itu. Sebuah langkah berani, tentu saja. Tapi semua masih menunggu jawaban dari kedua negara yang bersitegang.
Artikel Terkait
4 Maret dalam Catatan Sejarah: Dari Penobatan Frederick I hingga Berdirinya Batavia
DPR Desak Pemerintah Lindungi PMI di Timur Tengah yang Memanas
OJK Uji Coba Produk Investasi Mirip Reksa Dana untuk Aset Kripto
Barcelona Menang 3-0, Atletico Madrid Lolos ke Final Copa del Rey