Nah, titik balik pertandingan terjadi saat interval gim ketiga. Saat itu, mereka tertinggal 8-11. Joaquin mengungkapkan, di momen genting itulah mereka saling menguatkan.
"Kami coba yakinkan diri bahwa belum kalah. Fokusnya cuma satu: ambil poin satu per satu. Alhamdulillah, bisa dapat beberapa poin beruntun," kenang Joaquin.
Di skor 19-19, Joaquin mengambil risiko. "Nekat saja servis flick. Spekulasi, dan untungnya berhasil. Puji Tuhan."
Bagi Joaquin, pengalaman tampil di Utilita Arena Birmingham yang legendaris itu sesuatu yang luar biasa. Atmosfernya, keramaiannya, semuanya meninggalkan kesan mendalam.
Jalan mereka belum berakhir. Di babak 16 besar, Raymond/Joaquin berpeluang besar bertemu rekan senegara, MURIANETWORK.COM Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Tentu, jika Fajar/Fikri lebih dulu mengatasi tantangan dari pasangan Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. Tunggu saja, pertandingan sesama anak bangsa itu pasti akan seru.
Disusun dari keterangan resmi.
Artikel Terkait
Menlu: Pembahasan Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Ditangguhkan Sementara
Indonesia Siapkan Prabowo Jadi Mediator Iran-AS, Tunggu Izin Kedua Pihak
Cap Go Meh Bogor: Pawai Ke-24 Jadi Simbol Toleransi dan Penggerak Ekonomi
Karyawan Toko Rempah Tersangka Pembunuhan Sadis Majikan di Cisarua