Dan situasi di Timur Tengah memang sudah panas sejak akhir pekan lalu. Semuanya berawal dari Sabtu, 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran. Sasaran mereka beragam: fasilitas komando Garda Revolusi, lokasi peluncuran rudal dan drone, hingga sistem pertahanan udara.
Serangan gabungan itu dampaknya fatal. Sejumlah petinggi Iran tewas. Yang paling mengejutkan, pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, juga menjadi korban. Kematiannya seperti menyulut bensin.
Kini, Iran balas menyerang. Aksi drone ke Riyadh ini dilihat banyak pihak sebagai bagian dari kampanye balasan mereka di kawasan Teluk. Sebuah siklus yang, sayangnya, makin mengkhawatirkan. Di sisi lain, kecaman keras dari Saudi menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas regional saat ini.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Yaqut Tuntut Pembatalan Status Tersangka, Sebut Bukti KPK Cacat Hukum
KPK Tangkap Tangan Bupati Pekalongan Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Outsourcing
Dua Pengacara Divonis 14 dan 16 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Hakim Minyak Goreng
Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Silaturahmi dengan Mantan Kepala Negara dan Pimpinan Parpol