Siang tadi, di Gedung Nusantara III Senayan, suasana cukup ramai. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad kedatangan tamu penting: Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI. Mereka bertemu untuk membicarakan hal-hal krusial, terutama soal dua RUU yang dinanti-nanti buruh.
Tak sendirian, Andi Gani datang bersama Elly Rosita Silaban dari KSBSI. Pertemuan di Jakarta Pusat pada Selasa, 3 Maret 2026 itu, jelas punya agenda serius. Fokus utamanya? Pembahasan RUU Ketenagakerjaan yang mandek dan juga RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
Di lokasi, Andi Gani langsung menyampaikan poin-poinnya.
"Kami ingin membahas soal RUU Ketenagakerjaan yang sampai hari ini belum selesai. Dan juga kami mendorong Undang-Undang PPRT," ujarnya.
Namun begitu, pembicaraan tak cuma soal itu. Andi Gani juga menegaskan dukungannya kepada pemerintahan baru. Menurutnya, situasi politik belakangan ini kerap memanas, dan dua konfederasi buruh besar ini memilih untuk berdiri di belakang Presiden Prabowo Subianto.
"Kami menegaskan di sini, dua konfederasi buruh terbesar tetap mendukung Pak Prabowo Subianto karena kita lihat akhir-akhir ini banyak sekali situasi yang cukup tidak baik. Karena itu kami memastikan, kami akan mendukung penuh program kerakyatan dari Pak Prabowo," tegas Andi Gani.
"Dan yang paling penting adalah Undang-Undang Ketenagakerjaan harus segera terbentuk karena itu amanah MK. Amanah MK. Dan juga Undang-Undang PPRT dan Pak Dasco juga sudah sering berkomunikasi dan menyambut dengan baik," sambungnya.
Artikel Terkait
Prancis Kerahkan Jet Rafale ke UEA untuk Amankan Pangkalan dari Ancaman Drone
Gubernur Jabar Geram Temukan Trotoar Baru Dikeruk Tanpa Izin, Ancam Tuntut Kontraktor
Nenek 70 Tahun Pingsan Usai Digasak Jambret, Pelaku Kembali Berpura-pura Menolong
Wakil Ketua MPR Serukan Dialog dan Penahanan Diri untuk Cegah Eskalasi Konflik Global