ujarnya merinci.
Pengalaman bergumul dengan masalah nyata inilah yang ia yakini akan menjadi bekal tak ternilai. Bayangkan saja, kelak jika mereka memimpin, mereka sudah merasakan langsung bagaimana rasanya bersama masyarakat yang bangkit dari keterpurukan. Itu modal yang sangat berharga. "Ingatlah bahwa memberikan kontribusi dan menjadi berarti adalah tugas utama kalian," pesannya lagi.
Rupanya, upaya pemulihan ini belum berakhir. Sesuai arahan Mendagri Tito Karnavian, bakal ada Gelombang III yang diberangkatkan untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah dirintis. Kolaborasi juga jadi kunci. Bima secara khusus menyebut apresiasi untuk Lion Air yang lewat program CSR-nya memfasilitasi penerbangan dua gelombang praja.
Dampaknya? Cukup signifikan. Dalam hitungan 67 hari, wajah Aceh Tamiang pelan-pelan berubah. "Kantor pemerintahan kembali buka untuk melayani publik, roda perekonomian kembali bergerak, dan warga kembali lalu-lalang," tandas Bima menggambarkan kemajuan itu.
Secara total, Kemendagri sudah mengerahkan 1.890 personel dalam dua gelombang sebagian besar adalah praja IPDN. Mereka berhasil memulihkan 37 kantor pemerintahan. Fokus Gelombang II sendiri lebih pada pemulihan empat dusun yang paling parah terdampak lumpur.
Apel pelepasan itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat, mulai dari Wakil Rektor IPDN Arief M. Edie, Warek Bernhard Rondonuwu, hingga perwakilan dari Lion Air seperti Rachmat Diansyah Putra dan Dennis Tertian.
Artikel Terkait
BMKG Waspadai Tiga Bibit Siklon Tropis, Potensi Cuaca Ekstrem Melanda Sejumlah Daerah
Megawati Absen dari Silaturahmi Presiden Prabowo, PDIP Sebut Ada Agenda di Bali
Polisi Bongkar Jaringan Perburuan Liar Gajah Sumatera di Pelalawan, 15 Tersangka Diamankan
HNW Ajak Jaga Silaturahmi dan Soroti Stunting dalam Buka Puasa Bersama Tokoh Perempuan