Nah, sebagai balasannya, Iran tak tinggal diam. Mereka sudah melancarkan serangan drone dan rudal ke arah Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Situasi di Timur Tengah pun makin mencekam.
Dalam pernyataan terpisah, IRGC mengklaim Angkatan Lautnya telah melaksanakan serangan "tegas dan terarah". Mereka meluncurkan 26 drone ofensif dan lima rudal balistik. Targetnya adalah aset militer AS di Selat Hormuz, juga di Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Ini masalah besar. Selat Hormuz bukan jalur sembarangan. Sekitar seperlima perdagangan minyak dunia atau kira-kira 20 juta barel per hari melewati koridor sempit ini. Ditambah lagi ekspor gas alam cair dari Qatar dan UEA. Gangguan di sini dampaknya langsung terasa global.
Serangan terhadap Athens Nova ini, karenanya, bukan sekadar insiden lokal. Ini adalah babak baru dari konflik yang kian meluas, di mana jalur energi vital dunia berubah menjadi medan tempur.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Jaringan Perburuan Gajah Sumatera di Riau, 15 Tersangka Diamankan
Riset: Berburu Takjil Jadi Aktivitas Ngabuburit Paling Populer di Kalangan Anak Muda
KSPSI dan KSBSI Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan dan PPRT di DPR
AS dan Israel Hancurkan Pusat Komando IRGC, Khamenei Dikabarkan Tewas