Di sisi lain, apresiasi tinggi datang dari Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi. Ia melihat sendiri perubahan di Kompleks BTN Satelit Graha. Dari kondisi yang cukup parah, kini mulai menunjukkan perkembangan. Selain urusan bersih-bersih lumpur, kehadiran para praja disebutnya ikut menggeliatkan kembali aktivitas ekonomi warga.
Armia juga sudah memetakan langkah selanjutnya. Target pembersihan untuk gelombang mendatang kemungkinan akan difokuskan di Kecamatan Rantau dan Kota Kuala Simpang.
"Karena masih banyak lumpur-lumpur yang kita harus bersihkan," jelasnya.
Ia punya pesan khusus untuk para praja. "Kalian jangan jadikan beban setiap persoalan. Jadikan apa? Jadikanlah tantangan yang itu harus kita hadapi," tandas Armia.
Ucapan terima kasih juga mengalir dari warga. Seperti dari Asniwati, yang rumah dan saluran airnya akhirnya bersih dari lumpur. Ia mengaku sangat terbantu. Aktivitas sehari-hari yang dulu terhambat, kini sudah bisa kembali normal. Harapannya sederhana: silaturahmi seperti ini bisa terulang lagi. Beberapa warga lain punya cerita serupa, terutama soal parit dan saluran air yang akhirnya berfungsi dengan baik.
Sebelum adzan magrib berkumandang, suasana semakin cair. Bima Arya ikut memeriahkan acara dengan permainan interaktif, diselingi pembagian cinderamata sebagai kenang-kenangan. Rupanya, selain acara buka puasa ini, dalam kunjungan kerjanya Bima juga sempat meninjau langsung sejumlah titik. Ia mendatangi kantor-kantor seperti Dinas Dukcapil dan Dinas Kesehatan, serta menyusuri dusun-dusun yang jadi lokasi operasi pembersihan. Semua untuk memastikan kerja para praja di lapangan benar-benar tepat sasaran.
Artikel Terkait
KPK Periksa Empat Pejabat Pekalongan Terkait OTT Bupati
Sopir Truk Rekayasa Laporan Begal untuk Tutupi Penggelapan Susu Senilai Rp 50 Juta
Tim Hukum Gus Yaqut Klaim KPK Tetapkan Tersangka Tanpa Dasar Audit Kerugian Negara
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap KPK Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan