Isu tentang keterlibatan Arab Saudi dalam serangan AS ke Iran belakangan ini ramai diperbincangkan. Rumor yang beredar menyebut, ada andil Riyadh yang mendorong serangan tersebut. Bahkan, disebut-sebut otoritas Saudi diklaim aktif melobi Presiden Donald Trump agar bersedia melancarkan serangan militer.
Gosip ini makin kencang setelah The Washington Post, media terkemuka di AS, mengeluarkan laporan khusus. Menurut mereka, lobi-lobi diam-diam itu berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan terakhir. Laporan itu sendiri mengutip empat sumber yang dianggap mengetahui persoalan ini.
Namun begitu, kabar itu langsung dibantah keras oleh pihak Saudi.
Lewat akun media sosial X, juru bicara Kedutaan Besar Saudi di Washington, Fahad Nazer, menyampaikan pernyataan resmi. Ia menegaskan posisi negaranya yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Laba Bersih SMAR Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat pada 2025
Ahok Ungkap Prosedur Dilangkahi, Kerugian LNG Bisa Capai 300 Juta Dolar
Iran Kecam AS di Sidang DK PBB Soal Perlindungan Anak di Konflik
IRGC Ancam Balas Dendam Usai Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan Khamenei