Serangan AS-Israel Tewaskan 555 Warga Sipil Iran, 200 di Antaranya Anak-anak

- Selasa, 03 Maret 2026 | 03:10 WIB
Serangan AS-Israel Tewaskan 555 Warga Sipil Iran, 200 di Antaranya Anak-anak

Suasana di Timur Tengah masih tegang. Pemicunya, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran yang terjadi Sabtu lalu, 28 Februari. Sasaran mereka beragam, mulai dari pusat komando Garda Revolusi, lokasi peluncuran rudal dan drone, hingga bandara militer dan sistem pertahanan udara.

Korban jiwa berjatuhan. Bahkan, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan termasuk di antara yang tewas. Tak butuh waktu lama, Iran langsung menunjuk sosok pengganti sementara untuk mengisi kekosongan kursi pemimpin agung itu.

Dari berbagai laporan yang beredar, berikut beberapa poin kunci dari serangan yang memicu krisis ini.

Korban Jiwa Capai 555 Orang, 200 Anak-anak

Angkanya sungguh memilukan. Kedutaan Besar Iran di Indonesia menyatakan, serangan itu telah merenggut nyawa 555 orang. Yang membuat hati miris, hampir dua ratus dari mereka adalah anak-anak.

Dubes Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi, memberikan penjelasan dalam sebuah pertemuan di kediaman dinasnya di Jakarta Pusat, Senin (2/3).

"Dalam penyerangan ini, sampai dengan hari ini lebih dari 555 orang masyarakat sipil menjadi korban di mana sebagian besar di antara mereka berasal dari kaum anak-anak dan wanita kurang lebih dari 200 anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar meninggal dunia,"

Boroujerdi menekankan bahwa kebanyakan korban adalah warga sipil biasa. Ironisnya, serangan terjadi saat mereka sedang menjalankan ibadah puasa.

"Dan berbagai golongan masyarakat nonmiliter sipil yang sedang merayakan dan sedang menjalankan ibadah puasa, dalam keadaan puasa, dijadikan korban,"

Gambaran yang disampaikan itu jelas memperlihatkan betapa tragisnya situasi di lapangan. Konflik yang tak berkesudahan ini sekali lagi memakan korban dari mereka yang paling tidak bersalah.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar