Gelombang serangan udara Israel ke Lebanon pada Senin lalu meninggalkan duka yang dalam. Sedikitnya 31 orang dilaporkan tewas, sementara ratusan lainnya harus berjuang melawan luka-luka. Menurut laporan kantor berita setempat, NNA, gempuran itu menghantam dua wilayah utama: area pinggiran selatan Beirut dan wilayah Lebanon bagian selatan yang dikenal sebagai kubu kuat Hizbullah.
Di Beirut selatan, suasana berubah jadi chaos. 20 nyawa melayang di sana, dengan 91 orang lainnya mengalami cedera. Sementara itu, di wilayah selatan Lebanon, korban jiwa bertambah 11 orang. Sekitar 58 warga di sana juga terluka.
Serangan Israel ini bukan datang tiba-tiba. Menurut sejumlah analis, ini adalah aksi balasan. Sebelumnya, Hizbullah dengan terang-terangan mengklaim bertanggung jawab atas hujan roket dan drone yang mereka luncurkan ke wilayah utara Israel.
Kelompok itu menyebut serangan mereka sebagai bentuk pembalasan.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan Masa Berkabung Nasional untuk Wapres Keenam Try Sutrisno
Masjid Istiqlal Siap Dipercantik dengan Teknologi dan Penataan Kawasan
Mantan Sekjen Kemendikbudristek Ungkap Pencopotan Jabatan Usai Wawancara dengan Nadiem
Iran Klaim Serang Pangkalan AS di Kuwait dan Kapal di Samudra Hindia