Mantan Sekjen Kemendikbudristek Ungkap Pencopotan Jabatan Usai Wawancara dengan Nadiem

- Senin, 02 Maret 2026 | 17:40 WIB
Mantan Sekjen Kemendikbudristek Ungkap Pencopotan Jabatan Usai Wawancara dengan Nadiem

Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat yang sesak, Senin (2/3/2026) lalu, mantan Sekjen Kemendikbudristek Didik Suhardi mengungkapkan satu momen yang tampaknya masih membekas. Ia bercerita soal pencopotannya dari jabatan itu, yang terjadi tak lama setelah Nadiem Makarim menjabat sebagai menteri. Menurut kesaksiannya, pencopotan itu berlangsung usai sebuah wawancara yang ia jalani.

"Pernah diturunkan eselonnya oleh Pak Nadiem?" tanya jaksa membuka pertanyaan.

"Pernah," jawab Didik singkat.

Jaksa lalu mendalaminya. "Pada saat kapan diturunkan? Awal Pak Nadiem menjabat langsung menurunkan eselon saudara?"

"Saya diganti sebagai Sekjen pada 16 Desember 2019," jelas Didik. Itu artinya, hanya sekitar dua bulan setelah Nadiem dilantik di Oktober 2019.

Lalu, apa penyebabnya? Pertanyaan itu pun dilontarkan jaksa. "Hanya dua bulan. Saudara tidak tahu saudara diganti, turun eselon lho, kalau kami kalau turun eselon itu diperiksa. Hasil pemeriksaan. Ada kesalahan, ada?"

Di sinilah Didik mulai menceritakan detil peristiwanya. Ia menggambarkan sebuah pertemuan yang ia sebut sebagai wawancara.

"Ya memang pada saat itu kami dipanggil. Suatu hari beliau menjabat, saya dipanggil kemudian saya diwawancara pada saat itu ada saudara Menteri Nadiem dan saudari Najelaa Shihab, berdua," ujarnya.

Namun begitu, suasana saat itu jauh dari kata ideal. Nadanya terkesan tak nyaman saat mengingatnya.

"Tapi waktu saya diwawancara memang suasananya tidak kondusif, karena semua yang saya jelaskan dipotong. Jadi saya tidak bisa menjelaskan secara lebih baik," tutur Didik.

Kesaksian ini ia sampaikan dalam sidang kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Najelaa Shihab, yang disebut hadir dalam wawancara itu, dikenal sebagai penggagas program Merdeka Belajar di Yayasan PSPK. Sidang pun berlanjut dengan pertanyaan-pertanyaan lain, meninggalkan kesan tentang dinamika internal di awal masa jabatan Nadiem yang kini jadi bahan perbincangan di pengadilan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar