Ledakan kembali menggema di seantero Teluk. Senin (2/3) waktu setempat, sejumlah saksi melaporkan dentuman terdengar di beberapa kota, termasuk di Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan tentu saja Kuwait. Suasana tegang itu ternyata bukan tanpa sebab.
Tak lama setelahnya, militer Iran angkat bicara. Mereka mengklaim baru saja melancarkan serangan. Sasaran mereka? Pangkalan udara Ali Al Salem milik Amerika Serikat di Kuwait, yang dikenal sebagai salah satu pangkalan utama AS di kawasan itu. Menurut pernyataan resmi mereka, unit rudal dari pasukan darat dan angkatan laut terlibat dalam operasi ini.
“Unit-unit rudal dari pasukan darat dan angkatan laut militer yang beroperasi dari berbagai lokasi menargetkan pangkalan udara Ali Al Salem milik AS di Kuwait serta kapal-kapal musuh di Samudra Hindia bagian utara selama beberapa jam terakhir,”
Begitu bunyi pernyataan militer Iran yang dikutip AFP, Senin (2/3/2026). Mereka juga menyebut menggunakan “15 rudal jelajah” dalam serangan terbaru ini.
Artikel Terkait
Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Range Rover Rp 8,5 M, KPK Apresiasi
Kejagung Ajukan Banding, Sebut Vonis Korupsi Minyak 2018-2023 Terlalu Ringan
Menteri Pertahanan Israel Tandai Pemimpin Hizbullah sebagai Target Eliminasi
Luhut Kenang Keteladanan dan Loyalitas Try Sutrisno di Pemakaman Terakhir