Pemerintah UEA merasa langkah Iran itu telah melanggar kedaulatan nasional mereka. Bahkan, mereka menilai ini sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.
Di sisi lain, ada alasan lebih luas di balik keputusan ini. Pemerintah UEA menilai pendekatan Iran selama ini agresif dan provokatif. Sikap itu dianggap merusak segala peluang untuk meredakan ketegangan.
“Pendekatan semacam ini justru mendorong kawasan ke jalur yang sangat berbahaya,” tambah pernyataan kementerian. Mereka khawatir stabilitas regional bahkan keamanan energi global bisa terancam.
Jadi, penutupan kedutaan ini bukan sekadar reaksi spontan. Ini adalah pesan politik yang keras, sebuah langkah yang mencerminkan betapa runcingnya hubungan kedua negara saat ini.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pemakaman Militer untuk Try Sutrisno di TMP Kalibata
Pekerja Tewas Tertimpa Alat Berat di Depo KBN Marunda
Konflik AS-Israel-Iran Ganggu Penerbangan Internasional, Penumpang Terjebak di Bali
Polisi Ungkap Video Viral Penganiayaan ART di Sunter Ternyata Kejadian Tiga Tahun Lalu