Kematian Khamenei Picu Perebutan Suksesi di Iran, Majelis Pakar Berhadapan dengan Ancaman dan Intrik

- Senin, 02 Maret 2026 | 04:05 WIB
Kematian Khamenei Picu Perebutan Suksesi di Iran, Majelis Pakar Berhadapan dengan Ancaman dan Intrik

Penerus Khamenei: Siapa yang Akan Mengisi Kekosongan di Iran?

Kematian Ayatollah Ali Khamenei bukan sekadar berita duka. Ini adalah gempa politik. Pemimpin tertinggi Iran itu tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel, meninggalkan kekosongan kekuasaan yang amat besar. Lalu, siapa yang akan menggantikannya?

Pertanyaan itu kini menghantui rezim ulama di Tehran. Selama hampir 40 tahun, Khamenei memegang kendali dengan tangan besi. Namun, dia tidak pernah secara resmi mengumumkan siapa penerusnya. Situasinya jadi rumit.

Nah, tugas berat ini jatuh ke pundak Majelis Pakar. Badan yang terdiri dari 88 ulama senior ini punya wewenang penuh untuk memilih pemimpin baru. Sejujurnya, mereka jarang sekali menjalankan tugas sepenting ini. Sejak Republik Islam berdiri tahun 1979, mereka hanya pernah melakukannya sekali: saat memilih Khamenei sendiri, dengan terburu-buru, setelah Ayatollah Khomeini wafat puluhan tahun silam.

Pemerintah Iran tentu ingin segera menunjukkan bahwa negara mereka tetap stabil. Konon, para anggota majelis akan segera berkumpul untuk membahas nama-nama calon. Tapi, bisakah mereka bertemu dengan aman?

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar