Ia menjelaskan.
Dalam situasi seperti ini, posisi Indonesia harus jelas. "Indonesia hendaknya tidak terlibat dan dengan tegas menolak segala agresi militer," tegas Sudarnoto. Desakan kepada pemerintah pun disampaikan: tegakkan hukum internasional dan pacu penyelesaian damai yang berkeadilan.
Ancaman serangan ini dinilainya nyata dan berdampak luas. Bukan cuma untuk Iran.
"Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran adalah ancaman nyata bagi upaya memperkuat perdamaian sejati dan ketertiban dunia. Bukan saja Iran yang telah dikorbankan oleh ambisi hegemonik-imperialistik Israel-Amerika,"
Sambungnya.
Dampaknya akan merambat ke kawasan Teluk, bahkan dunia internasional bakal merasakan efek negatif dan destruktifnya. Ini adalah bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar, di mana Israel dan AS harus memikul tanggung jawab.
Di balik semua ini, ada motif yang lebih dalam. Menurut Sudarnoto, serangan ini adalah upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis Iran di kawasan. Sekaligus, memotong dukungan Teheran terhadap perjuangan rakyat Palestina.
"Jadi, ini cara untuk melakukan tekanan politik agar dominasi regional Israel atas Palestina benar-benar terjamin,"
Tutupnya.
Artikel Terkait
Trump Klaim Jalan Diplomasi Terbuka Pasca-Serangan yang Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran
Dino Patti Djalal Peringatkan Risiko Pelebaran Konflik AS-Iran
CFD Margonda Depok Lebih Sepi dan Fokus Olahraga Saat Ramadan
Persik Kediri Hadapi Persis Solo Tanpa Bek Andalan Kiko Carneiro