Menteri AHY Bongkar Masalah Besar Bandara Kertajati: Infrastruktur Mewah Tapi Sepi?

- Minggu, 26 Oktober 2025 | 16:48 WIB
Menteri AHY Bongkar Masalah Besar Bandara Kertajati: Infrastruktur Mewah Tapi Sepi?

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa Bandara Kertajati harus segera dievaluasi. Menurutnya, lokasi bandara ini perlu terintegrasi dengan baik dan tidak boleh terisolasi dari wilayah sekitarnya.

"Bandara Kertajati terletak di kawasan Rebana, Majalengka, dan juga menuju ke Cirebon. Jika lokasinya terisolir, tidak terhubung, dan tidak terintegrasi, maka sayang sekali. Itu perlu kita hubungkan dengan wilayah-wilayah lainnya," ujar AHY usai menghadiri peresmian kantor DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, Minggu (26/10).

AHY menekankan bahwa pembangunan infrastruktur, termasuk bandara dan dermaga, harus mempertimbangkan aspek konektivitas. Jalan menuju dan dari lokasi bandara harus hidup dan aktif untuk mendukung pergerakan.

"Jangan sampai infrastrukturnya besar, bagus, dan memakan biaya tinggi, tetapi penggunaannya tidak optimal atau kurang optimal," tegas AHY.

Solusi Pengembangan: Menjadikan Bandara Kertajati sebagai Hub Industri Dirgantara

Sebagai solusi, AHY mengusulkan pengembangan Bandara Kertajati menjadi hub industri dirgantara. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah menjalin kerja sama antara pengelola Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dengan Garuda Maintenance Facility (GMF).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Bappenas, Kementerian Perhubungan, serta pemangku kebijakan lainnya untuk merancang kerja sama di bidang Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO).

"Kita mulai dulu dengan helikopter, mudah-mudahan setelah itu fix wings. Kita juga melibatkan kementerian dan lembaga lainnya," jelas AHY.

Ia menambahkan, "Ini adalah contoh nyata bahwa dengan kegiatan yang strategis, kita dapat membuka dan menghidupkan suatu wilayah."

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar