Konfrontasi Israel-Iran kini memasuki fase "panas". Dan OPEC berada di bawah tekanan berat. Mereka harus mencegah harga minyak melonjak tak terkendali. Kenapa? Karena lonjakan harga bisa langsung menggagalkan pertumbuhan ekonomi global yang masih limbung. Kekhawatiran para pedagang pun bergeser. Bukan lagi soal "ancaman" konflik, tapi potensi nyata: blokade Selat Hormuz atau kerusakan parah pada pabrik pengolahan minyak di kawasan itu.
Dengan memberi sinyal kesediaan membanjiri pasar dengan tambahan barel, OPEC berusaha memisahkan harga energi dari kekacauan geopolitik yang sedang berlangsung. Strateginya adalah menyediakan penyangga likuiditas, menenangkan neraca yang goncang.
Namun begitu, pertanyaannya tetap: apakah "kenaikan besar-besaran" yang diusulkan itu akan cukup? Investor dan pasar kini hanya bisa menunggu, menanti pengumuman resmi hari Minggu nanti. Semuanya berharap langkah ini bisa menstabilkan pasar yang sedang berada di ambang ketidakpastian paling dalam dalam beberapa tahun terakhir.
Artikel Terkait
Trump Klaim Jalan Diplomasi Terbuka Pasca-Serangan yang Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran
Dino Patti Djalal Peringatkan Risiko Pelebaran Konflik AS-Iran
CFD Margonda Depok Lebih Sepi dan Fokus Olahraga Saat Ramadan
Persik Kediri Hadapi Persis Solo Tanpa Bek Andalan Kiko Carneiro