Sebanyak 200 unit becak listrik akhirnya sampai juga di tangan para penarik becak lansia di Yogyakarta. Bantuan dari Presiden Prabowo Subianto ini disalurkan ke mereka yang masih aktif bekerja dan sudah terdata di seluruh kabupaten dan kota. Kabupaten Bantul jadi daerah dengan penerima terbanyak.
Semua unit itu diberikan cuma-cuma, tentu saja setelah melalui proses verifikasi usia dan aktivitas kerja. Program ini sebenarnya bagian dari skala nasional, yang menyasar para pembecak di berbagai daerah.
Penyerahan simbolisnya dilakukan di Kantor DPRD DIY, Selasa lalu. Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, yang hadir dalam acara itu menekankan bahwa bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban kerja para lansia yang selama ini mengandalkan tenaga fisik.
“Becak listrik ini bukan hanya alat transportasi, tetapi wujud perhatian negara yang memudahkan pekerjaan para pembecak,” ujar Budi.
Ia menambahkan, “Program ini sekaligus memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota wisata yang mengutamakan kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan.”
Untuk mendukung operasionalnya, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah titik pengisian baterai di lokasi-lokasi strategis. Proses pendataan sendiri dilakukan ketat agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Di hari yang sama, suasana berbeda terlihat di Museum H. M. Soeharto, Kapanewon Sedayu, Bantul. Ratusan pengemudi becak memadati lokasi, menyaksikan penyerahan yang dihadiri Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Hediati Soeharto.
Aris Suharyanta dalam sambutannya menyebut becak sebagai moda transportasi budaya yang punya daya tarik kuat bagi wisatawan. Ia mendukung penuh transformasi ke listrik demi menjaga keberlanjutannya.
“Becak adalah ikon Jogja. Penggunaan motor listrik akan membuatnya lebih relevan untuk masa depan,” tegas Aris.
Sementara itu, Titiek Hediati Soeharto menyoroti dampak langsung program ini bagi kesejahteraan para pekerja lanjut usia.
“Kami ingin para pembecak tetap sehat, tetap bekerja, dan tetap tersenyum,” katanya.
Respon dari penerima pun sangat positif. Supardi, pembecak asal Kota Yogyakarta, mengaku pekerjaannya jadi jauh lebih ringan. Pengakuan serupa datang dari Dalijo, yang sehari-hari mangkal di Pandak.
“Tinggal ngulir, langsung jalan,” ucap Dalijo singkat, menggambarkan kemudahan yang ia rasakan.
Di balik semua ini, program becak listrik merupakan bagian dari kebijakan nasional yang dijalankan Presiden Prabowo melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, berkolaborasi dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Targetnya ambisius: 10 ribu unit pada 2025 dan melonjak jadi 30 ribu unit setahun setelahnya, dengan prioritas utama untuk penarik becak lansia.
Komitmen Presiden sendiri sudah jelas. Dalam suatu kesempatan di Kota Bekasi, Prabowo menegaskan pentingnya modernisasi ini, khususnya untuk melindungi pengemudi yang sudah sepuh.
“Saya sudah siapkan nanti semua becak di seluruh Indonesia harus pakai motor listrik. Tidak boleh lagi ada pengemudi becak usianya di atas 70 tahun,” tegasnya.
“Nanti tolong para menteri pikirkan rencananya. Pokoknya Indonesia akan bangkit bersama-sama menuju Indonesia yang hebat, Indonesia emas.”
Artikel Terkait
Kawanan Monyet Liar Turun ke Jalan Nasional Probolinggo-Situbondo Akibat Kekurangan Pakan
Jonatan Christie Tersingkir di Babak 32 Besar Singapore Open Usai Dibalik Prannoy
Malam Takbiran Idul Adha di Kayong Utara Meriah, Mahfud MD dan Dasad Latif Hadiri Pawai Mobil Hias
Wali Kota Makassar Soroti Ketidaklolosan Calon Paskibraka Nasional 2026, Minta Seleksi Dilakukan Secara Fair