"30 bom dijatuhkan di kompleks tersebut. Ali Khamenei berada di bawah tanah, tetapi mungkin tidak di bunkernya sendiri," begitu bunyi laporan mereka.
Di sisi lain, dari Jerusalem, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga angkat bicara. Ia menyampaikan pernyataan resmi usai serangan dilancarkan. Netanyahu dengan yakin mengklaim ada banyak indikasi yang mengarah pada kematian Khamenei.
"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei dihancurkan di jantung Teheran... dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi," kata Netanyahu dalam siaran televisi.
Namun begitu, dampak serangan ini jauh lebih luas dan mengerikan. Laporan dari Bulan Sabit Merah Iran yang dirilis Sabtu malam menyebutkan korban jiwa yang tidak sedikit. Setidaknya 201 orang dinyatakan tewas, dengan korban luka-luka mencapai 747 orang. Angka itu menggambarkan betapa dahsyatnya serangan yang terjadi.
Artikel Terkait
Warga Indonesia di Qatar Ceritakan Suasana Mencekam Usai Ledakan di Doha
Pasar Smartphone Global Diprediksi Anjlok 12,9%, Terburuk dalam Satu Dekade
Taman Kota Cawang Ditutup dan Celah Pagar Ditonjok Beton Usai Diduga Jadi Lokasi Aktivitas Asusila
Netanyahu Klaim Khamenei Tewas, Iran Bantah Tegas