Kabarnya, isu kematian Khamenei sudah beredar luas di kalangan militer Israel. Seorang pejabat senior Israel bahkan mengatakan kepada Reuters bahwa serangan pada Sabtu (28/2) itu memang berhasil menewaskan Khamenei.
Tapi tentu saja, narasi dari Iran sama sekali berbeda.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas membantah semua klaim tersebut. Dalam wawancara eksklusif dengan NBC News dari Teheran, dia menyatakan sang Ayatollah masih hidup.
"Anda tidak dapat melakukan perubahan rezim sementara jutaan orang mendukung rezim yang disebut-sebut itu," tegas Araghchi, menepis segala kemungkinan pergantian kekuasaan.
Dia menambahkan, "sejauh yang saya ketahui," Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei masih hidup. Pernyataan itu disampaikan meski keberadaan pria berusia 86 tahun itu memang tidak terlihat publik pasca-serangan yang menyasar para pemimpin politik Iran.
Jadi, situasinya masih gelap. Di satu sisi, Israel bersikukuh dengan klaim kemenangan besarnya. Di sisi lain, Iran membantah dan menunjukkan keteguhan. Kebenaran sejati, untuk saat ini, masih tersembunyi di balik kabut perang dan propaganda.
Artikel Terkait
UEA Cegat Ratusan Rudal dan Drone Iran, Puing Jatuh di Burj Al Arab
Anggota DPR Desak Hukuman Maksimal untuk Paman Pelaku Penyiksaan Balita di Surabaya
AS dan Israel Serang Iran, Teheran Balas dengan Rudal ke Israel
Serangan Rudal Iran Tewaskan Satu Warga dan Lukai Puluhan di Tel Aviv