Ledakan dan Kebakaran Guncang Palm Jumeirah Dubai, Empat Orang Luka-luka

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:55 WIB
Ledakan dan Kebakaran Guncang Palm Jumeirah Dubai, Empat Orang Luka-luka

Suara ledakan mengguncang kawasan Palm Jumeirah di Dubai, Sabtu (28/2/2026) lalu. Pulau buatan yang terkenal mewah itu tiba-tiba dikepung kepanikan. Setidaknya empat orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Menurut sejumlah saksi yang dihubungi AFP, dentuman keras terdengar jelas, diikuti kepulan asap hitam yang membumbung tinggi di langit. Suara sirene ambulans segera memecah kesibukan sore itu, bergegas meluncur ke lokasi.

"Saya melihat asap hitam tebal dari arah sebuah hotel di Palm, lalu mendengar ambulans," ujar seorang saksi mata.

Belakangan, kantor media pemerintah Dubai mengonfirmasi adanya "insiden" di sebuah gedung di Palm Jumeirah. Kebakaran terjadi, dan seperti disebutkan, empat korban luka sudah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

"Pertahanan Sipil Dubai telah mengonfirmasi bahwa kebakaran yang terjadi sekarang telah terkendali," jelas pernyataan resmi mereka.

Insiden ini tentu mengejutkan banyak pihak. Dubai, kota yang identik dengan glamor dan kemewahan, jarang mengalami kejadian seperti ini. Beberapa laporan menyebutkan, ledakan lanjutan sempat terdengar oleh warga dan koresponden AFP di berbagai titik kota.

Latar belakangnya rumit. Insiden di Palm ini terjadi tidak lama setelah Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Uni Emirat Arab. Tehran menuding UEA memberikan perlindungan bagi pasukan Israel dan AS, yang sebelumnya telah menyerang Iran. Serangan Iran ini, konon, menyasar hampir semua negara Teluk kaya minyak kecuali Oman yang berperan sebagai mediator.

Nuansa ketegangan ini makin terasa di sebuah kota seperti Dubai. Bayangkan, sekitar 90% penduduk UEA adalah warga asing. Dubai sendiri adalah kota terpadat di sana, magnet global yang selalu ramai. Kejadian seperti ini pasti meninggalkan bekas di tengah gemerlapnya pencakar langit.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar