Ledakan di Teluk, Trump Tegaskan Serangan ke Iran untuk "Masa Depan"
Gemuruh ledakan terdengar di seantero Teluk Arab Sabtu lalu. Dari Bahrain, Qatar, hingga Kuwait, laporan bermunculan tentang rentetan suara keras yang mengguncang wilayah yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Ini terjadi tak lama setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran.
Iran langsung merespons keras. Mereka menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan yang tak termaafkan. Militer Iran berjanji akan membalas, dan ancaman itu segera diwujudkan dengan serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas AS di Timur Tengah. Situasi memanas dengan cepat.
Di tengah eskalasi ini, Presiden AS Donald Trump muncul dengan pernyataan video. Dalam video yang dibagikan di Truth Social itu, ia tak menampik bahwa serangan mereka akan menelan korban dari pihaknya sendiri.
Ucapnya dengan nada berat. Namun, Trump bersikukuh bahwa tindakan ini perlu dilakukan. Bukan untuk hari ini, katanya, melainkan untuk masa depan. "Ini adalah misi yang mulia," tegasnya.
Artikel Terkait
Terminal Gilimanuk Resmi Terapkan Sistem E-Retribusi
Menteri Agama: Indeks Kerukunan Umat Beragama Indonesia Capai Puncak Sejarah
Ekspor Ikan Segar Capai Rp85 Juta via PLBN Badau ke Malaysia
AHY Khawatir Konflik Israel-Iran Ganggu Stabilitas Global dan Penerbangan Sipil