Warga Utan Jati, Kalideres, Jakarta Barat, akhirnya bisa bernapas lega. Proyek pembangunan rumah duka dan krematorium yang jadi sumber keresahan mereka, untuk sementara waktu dihentikan. Penghentian ini datang setelah aksi protes warga yang mempertanyakan transparansi proyek tersebut.
Menurut sejumlah saksi, aksi itu berlangsung Sabtu lalu. Inti persoalannya sederhana: warga merasa dikagetkan. Mereka sama sekali tidak mendapat sosialisasi atau pemberitahuan resmi soal rencana pembangunan fasilitas itu, yang lokasinya persis di depan perumahan mereka dan bersebelahan dengan RSUD Kalideres.
“Kami tidak pernah menerima sosialisasi atau pemberitahuan resmi. Tahu-tahu sudah ada alat berat masuk dan pembangunan berjalan,”
Begitu kata Budiman Tandiono, salah seorang warga yang geram. Ia menceritakan, warga baru menyadari ada pembangunan saat alat berat mulai beroperasi di lokasi pada pertengahan bulan ini.
Artikel Terkait
Misbakhun Jalani Puasa Daud Konsisten Sejak Jadi Anggota DPR
Insanul Fahmi Akui Pisah Rumah dengan Inara Rusli, Fokus Rujuk dengan Istri Pertama
Fatwa MUI Buka Peluang Zakat Biayai Jaminan Sosial Nelayan Tradisional
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Cuaca Dingin Ekstrem