BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Cuaca Dingin Ekstrem

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 09:15 WIB
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Cuaca Dingin Ekstrem

Jakarta, 28 Februari 2026 – Cuaca dingin ekstrem menambah penderitaan warga Gaza yang sudah porak-poranda. Di tengah situasi itu, bantuan kemanusiaan dari Indonesia kembali tiba. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendistribusikan 300 selimut untuk membantu mereka bertahan.

Menurut Saidah Sakwan, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, bantuan selimut ini adalah respons atas kebutuhan yang mendesak. Banyak rumah warga hancur, sehingga mereka terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian atau hunian sementara yang tak layak. “Bayangkan, selain kelaparan, mereka juga harus melawan hawa dingin yang menusuk,” ujarnya.

“Kami paham betul, warga Gaza tak cuma butuh makanan. Mereka butuh kehangatan. Selimut ini adalah wujud nyata kepedulian kita, terutama untuk melindungi anak-anak dan orang tua yang kondisinya paling rentan,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu lalu.

Ia menegaskan, bantuan ini difokuskan untuk mereka yang mengungsi di wilayah Kota Gaza. Harapannya sederhana: selimut itu bisa membantu menjaga kesehatan para penyintas di tengah situasi darurat yang tak kunjung usai.

Soal penyaluran, Saidah meyakinkan bahwa BAZNAS berkomitmen penuh. Setiap rupiah sumbangan masyarakat, katanya, dikelola dengan transparan dan akuntabel. Dari proses penghimpunan sampai barang benar-benar sampai di tangan yang membutuhkan, semuanya diawasi ketat.

“Kami akan terus salurkan bantuan selama rakyat Palestina masih memerlukan. Selimut ini bukan cuma kain, tapi juga membawa pesan solidaritas dan cinta dari seluruh masyarakat Indonesia. Amanah ini kami jaga dengan sepenuh hati,” tegas Saidah.

Di sisi lain, ia tak lupa mengajak publik untuk terus berpartisipasi. Zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat Indonesia dinilainya sangat vital untuk meringankan beban saudara-saudara di Palestina.

“Zakat yang ditunaikan tidak hanya menguatkan kita di dalam negeri. Ia juga punya peran dalam misi kemanusiaan global. Kami pastikan semua sampai ke mustahik yang tepat,” pungkasnya.

Bantuan 300 selimut itu mungkin tak banyak dibandingkan dengan skala kebutuhan di lapangan. Namun, di tengah dinginnya malam Gaza, setiap helai kehangatan tentu sangat berarti.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar