Menyongsong arus mudik Lebaran 2026, BNPB sudah bergerak. Badan nasional itu tak mau lengah, mereka menyiapkan sejumlah langkah kunci untuk mengantisipasi gangguan bencana yang mungkin terjadi saat jutaan orang membanjiri jalan. Fokusnya jelas: wilayah-wilayah yang bakal jadi episentrum keramaian, baik saat berangkat maupun pulang.
Raditya Jati, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, membeberkan bahwa kesiapsiagaan ditingkatkan di semua level. Dari pemerintah daerah hingga masyarakat akar rumput. Nah, salah satu senjata andalan mereka adalah platform bernama InaRISK.
"Platform InaRISK sebagai instrumen pemetaan risiko bencana yang terintegrasi dengan data BMKG, Basarnas, CCTV sejumlah jalan, dan sumber informasi lainnya,"
Begitu penjelasan Raditya dalam rilis tertulisnya, Jumat (27/2/2026) lalu.
Dengan alat ini, BNPB bisa memetakan jalur mudik dan titik-titik rawan secara dinamis, hampir real-time. Informasinya nanti bisa dipakai oleh berbagai pihak untuk mengambil keputusan. Yang praktis, platformnya bisa diakses lewat gadget apa saja.
Selain mengandalkan teknologi, cara konvensional tetap dipakai. Call center 117, misalnya, akan siaga penuh 24 jam. Masyarakat bisa menghubungi untuk bertanya atau melaporkan langsung jika ada kejadian darurat di tengah perjalanan.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai sebagai Tersangka Ketujuh dalam Kasus Suap Bea Cukai
Warga AS Jadi Korban Pengeroyokan Sopir Taksi Online di Batam
Menteri Kominfo Ingatkan Masyarakat Waspada Lonjakan Penipuan Digital Jelang Lebaran
Prabowo dan Trump Sepakati Perjanjian Dagang, Tarif Impor AS ke Indonesia Turun Signifikan