Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BBKSDA Riau masih berkeliaran di sekitar lokasi kejadian. Mereka memantau pergerakan harimau tersebut dan berupaya melakukan mitigasi. Tujuannya jelas: mencegah terulangnya tragedi serupa dan menjaga warga sekitar.
Supartono juga mengeluarkan imbauan khusus untuk masyarakat.
Laporan awal insiden ini sendiri diterima BBKSDA Riau dari pihak PT SPA Serapung. Peristiwa ini terjadi di Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan. Sebuah pengingat keras betapa tipisnya batas antara permukiman kita dan habitat satwa liar yang semakin terdesak.
(MI/Rudi Kurniawansyah)
Artikel Terkait
Ramadan Momentum Healing Hati dengan Mendekatkan Diri pada Al-Quran
Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Kabupaten Keerom, Papua
Polisi Fasilitasi Perdamaian antara Pengemudi Angkot dan Remaja Pelontar Petasan di Tangerang
Wali Kota Makassar Tinjau Langsung Pengungsian Banjir di Biringkanaya