Di bulan Ramadan ini, Gus Ipul juga menyelipkan pesan toleransi. Ia mengajak semua pihak untuk terus menumbuhkannya di lingkungan Sekolah Rakyat. Dari pantauannya, toleransi sudah tumbuh dengan baik di berbagai sekolah, baik yang mayoritas muslim maupun non-muslim.
"Di sana ada pendidikan toleransi luar biasa yang saya saksikan dan juga semangat kebersamaan. Ini yang harus kita jaga dan kembangkan," tegasnya.
Sebagai bukti, ia secara spontan mempersilakan seorang guru non-muslim naik ke panggung. Tantangan itu diterima oleh Ritha Christin Nara, guru dari SRT 76 Mimika, Papua Tengah. Meski beragama Kristen Protestan, dengan penghayatan mendalam ia menyanyikan lagu religi "Deen Assalam" karya Nissa Sabyan.
Momen itu seperti menyimpulkan semangat inklusif yang ingin dibangun.
Secara garis besar, Sekolah Rakyat ini adalah program unggulan Presiden Prabowo. Konsepnya memberikan pendidikan gratis dan berkualitas berbasis asrama untuk anak-anak dari keluarga miskin, dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Tapi cakupannya lebih luas dari sekadar sekolah biasa.
Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu. Di dalamnya terintegrasi banyak program lain: cek kesehatan gratis, makan bergizi, jaminan kesehatan, bahkan program perumahan untuk keluarga siswa. Keluarga siswa juga mendapat pendampingan, seperti bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi agar bisa mandiri.
Sampai saat ini, Kemensos sudah menjalankan 166 titik Sekolah Rakyat rintisan. Jumlah siswanya mencapai hampir 16 ribu, didukung ribuan guru dan tenaga kependidikan. Mereka tersebar dari Sumatra, Jawa, hingga ke Papua.
Untuk tahap awal, kegiatan belajar masih memanfaatkan fasilitas yang ada, seperti aset Kemensos atau pemda. Tapi rencananya, Kementerian PU akan mulai membangun 104 gedung permanen tahun ini. Target jangka panjangnya? 500 sekolah dengan daya tampung seribu siswa per sekolah.
Keunggulan Sekolah Rakyat ada pada pendekatannya yang holistik. Selain pengetahuan akademik, pendidikan karakter dan keterampilan mendapat porsi besar. Sejak awal masuk, siswa sudah dipetakan bakatnya melalui DNA Talent Mapping. Dari situ, mereka diarahkan sesuai minat, apakah untuk lanjut kuliah atau langsung terjun ke dunia kerja dengan bekal keterampilan yang memadai.
Acara buka puasa kemarin dihadiri juga oleh sejumlah pejabat Kemensos, seperti Dirjen Linjamsos Agus Zainal Arifin, serta sejumlah staf khusus menteri. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung program ini hingga ke depan.
Artikel Terkait
Ramadan Momentum Healing Hati dengan Mendekatkan Diri pada Al-Quran
Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Kabupaten Keerom, Papua
Polisi Fasilitasi Perdamaian antara Pengemudi Angkot dan Remaja Pelontar Petasan di Tangerang
Wali Kota Makassar Tinjau Langsung Pengungsian Banjir di Biringkanaya