Ogoh-Ogoh Diarak 18 Maret 2026, GWK Gelar Festival Besar 22 Maret

- Jumat, 27 Februari 2026 | 19:30 WIB
Ogoh-Ogoh Diarak 18 Maret 2026, GWK Gelar Festival Besar 22 Maret

Malam sebelum Nyepi di Bali punya suasana yang kontras sekali. Sementara esok harinya akan sunyi senyap, malam sebelumnya justru riuh rendah oleh arak-arakan ogoh-ogoh. Patung-patung raksasa berwajah seram itu berkeliling desa, jadi pertunjukan budaya yang selalu dinanti. Tradisi ini memang lekat dengan Bali, meski komunitas Hindu di daerah lain juga kerap menggelarnya.

Nah, buat yang udah penasaran, kapan sih ogoh-ogoh tahun 2026 digelar? Dan festival besar apa saja yang bakal diadakan? Simak ulasannya.

Makna di Balik Rupa yang Menyeramkan

Kalau dilihat sekilas, ogoh-ogoh itu bentuknya mengerikan. Tapi sebenarnya, ia adalah simbol dari bhuta kala kekuatan negatif dalam kehidupan. Menurut penjelasan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, patung dari bambu dan kertas ini dibuat justru untuk mewakili segala sifat buruk dan gangguan.

Diaraknya ogoh-ogoh pada malam Pengerupukan punya tujuan yang dalam: membersihkan lingkungan dan diri dari unsur-unsur jelek itu sebelum masuk ke keheningan Nyepi. Untuk tahun 2026, Hari Raya Nyepi jatuh pada 19 Maret. Artinya, malam Pengerupukan dimana ogoh-ogoh diarak adalah tanggal 18 Maret. Jadi, tandai kalendermu!

Tak Cuma di Desa, Ada Juga Festival Besarnya

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar