Malam sebelum Nyepi di Bali punya suasana yang kontras sekali. Sementara esok harinya akan sunyi senyap, malam sebelumnya justru riuh rendah oleh arak-arakan ogoh-ogoh. Patung-patung raksasa berwajah seram itu berkeliling desa, jadi pertunjukan budaya yang selalu dinanti. Tradisi ini memang lekat dengan Bali, meski komunitas Hindu di daerah lain juga kerap menggelarnya.
Nah, buat yang udah penasaran, kapan sih ogoh-ogoh tahun 2026 digelar? Dan festival besar apa saja yang bakal diadakan? Simak ulasannya.
Makna di Balik Rupa yang Menyeramkan
Kalau dilihat sekilas, ogoh-ogoh itu bentuknya mengerikan. Tapi sebenarnya, ia adalah simbol dari bhuta kala kekuatan negatif dalam kehidupan. Menurut penjelasan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, patung dari bambu dan kertas ini dibuat justru untuk mewakili segala sifat buruk dan gangguan.
Diaraknya ogoh-ogoh pada malam Pengerupukan punya tujuan yang dalam: membersihkan lingkungan dan diri dari unsur-unsur jelek itu sebelum masuk ke keheningan Nyepi. Untuk tahun 2026, Hari Raya Nyepi jatuh pada 19 Maret. Artinya, malam Pengerupukan dimana ogoh-ogoh diarak adalah tanggal 18 Maret. Jadi, tandai kalendermu!
Artikel Terkait
Gubernur Banten Tinjau Jalan Desa Baru di Lebak, Dukung Efisiensi Biaya Petani
DPR Klaim Tak Diajak Bahas Rencana Impor 105 Ribu Pikap India
Perempuan Muda Tewas Terlempar dari Flyover Arengka Diduga karena Tidak Fokus
KPK Geledah Rumah Mantan Pj Sekda Pati Terkait Kasus Pemerasan Bupati