Kalau kamu cari "Trump Allahuakbar", ketahuan deh umur hoaks ini. Video serupa ternyata sudah beredar sembilan tahun lalu di Facebook dan sudah berulang kali dibantah media. Tapi di 2025, dia hidup lagi. Bahkan di akhir Februari 2026 ini, kembali viral.
Munculnya lagi hoaks ini kebetulan banget. Pas lagi ramai-ramainya pemberitaan soal pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Trump di AS, terkait rapat perdana Board of Peace tanggal 19 Februari 2026.
Menurut Aribowo Sasmito, Co-founder dan Fact-check Analyst Mafindo, hoaks semacam ini memang suka "numpang tren".
Dia menduga motif penyebar bisa beragam, dari sekadar cari popularitas sampai ingin dapat keuntungan finansial.
Di sisi lain, Rizal Nova Mujahid, Lead Analyst Drone Emprit, melihat pola baru. Konten disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) sekarang juga disebar oleh apa yang dia sebut "homeless media" akun-akun tanpa afiliasi jelas seperti pengunggah video ini.
Rizal juga menilai sentimen negatif publik terhadap Trump, Board of Peace, dan perjanjian dagang Indonesia-AS jadi pemicu. Sentimen agama, terutama terkait isu Gaza, dinilainya lebih kuat daripada sentimen kemanusiaan dalam kasus ini.
Pause Sebelum Share
"Seeing is not only believing. Apalagi di zaman AI sekarang," tegas Aribowo. Dia mengingatkan, kita makin rentan percaya video editan canggih. Karena itu, selalu cek kredibilitas sumber.
Rizal punya saran praktis. Pertama dan paling penting: jeda.
Verifikasi itu mencakup narasi, siapa aktor di video, dan waktu kejadian. Sekarang alat untuk cek video, audio, dan gambar sudah banyak tersedia.
Editor: Prihardani Purba
Artikel Terkait
Unjuk Rasa Mahasiswa di Mako Polri Berakhir Kondusif, Polisi Klaim Kedepankan Pendekatan Humanis
KPK Tangkap Pejabat Bea Cukai, Uang Korupsi Rp5 Miliar Dipindahkan dengan Mobil Operasional
Polisi Banten Bongkar Sindikat Perdagangan Orang Berkedok Kos di Serang
Kemenperin: Penundaan EUDR dan Tarif Nol AS Pacu Ekspor Kakao Nasional