Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit

- Jumat, 16 Januari 2026 | 20:40 WIB
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit

Perekonomian Jerman akhirnya berhasil bangkit dari keterpurukan. Setelah dua tahun berturut-turut mengalami kontraksi, negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 0,2 persen pada 2025. Kabar ini tentu saja menjadi angin segar, meski pertumbuhannya terbilang sangat moderat.

Namun begitu, jalan menuju pemulihan yang benar-benar sehat masih panjang. Ekonomi Jerman ternyata belum sepenuhnya lepas dari berbagai tantangan berat. Badan statistik setempat, Destatis, mengonfirmasi angka pertumbuhan itu, yang sejalan dengan proyeksi pemerintah sebelumnya.

Jika dirunut, tahun-tahun sebelumnya cukup suram. Gejolak hebat sempat melanda. Terpukul oleh melonjaknya biaya energi pasca invasi Rusia ke Ukraina, ditambah lesunya sektor manufaktur dan permintaan dari China yang melemah, Jerman sempat terperosok ke dalam resesi pada 2023 dan 2024.

Lalu, apa yang mengangkat perekonomian mereka tahun lalu? Tampaknya, andalannya justru datang dari dalam negeri. Pengeluaran pemerintah dan belanja rumah tangga yang lebih tinggi berhasil mendorong pertumbuhan, meski di tengah gejolak kebijakan tarif dari Amerika Serikat.

Di sisi lain, performa di kancah global justru memprihatinkan. Ekspor Jerman kembali mengalami penurunan. Ini adalah sinyal jelas bahwa masalah struktural belum teratasi.

Kepala Destatis, Ruth Brand, memberikan penjelasan yang gamblang.

"Bisnis ekspor Jerman menghadapi tantangan berat akibat tarif AS yang lebih tinggi, apresiasi euro, dan peningkatan persaingan dari China," ujarnya.

Untuk kuartal terakhir 2025, perkiraan pertumbuhannya stagnan di angka yang sama: 0,2 persen. Angka itu sekaligus menggambarkan betapa lambatnya pemulihan yang sedang berlangsung. Jadi, meski resesi berhasil dihindari, optimisme harus tetap dibarengi dengan kewaspadaan. Perekonomian Jerman masih dalam fase pemulihan yang rentan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar