Perekonomian Jerman akhirnya berhasil bangkit dari keterpurukan. Setelah dua tahun berturut-turut mengalami kontraksi, negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 0,2 persen pada 2025. Kabar ini tentu saja menjadi angin segar, meski pertumbuhannya terbilang sangat moderat.
Namun begitu, jalan menuju pemulihan yang benar-benar sehat masih panjang. Ekonomi Jerman ternyata belum sepenuhnya lepas dari berbagai tantangan berat. Badan statistik setempat, Destatis, mengonfirmasi angka pertumbuhan itu, yang sejalan dengan proyeksi pemerintah sebelumnya.
Jika dirunut, tahun-tahun sebelumnya cukup suram. Gejolak hebat sempat melanda. Terpukul oleh melonjaknya biaya energi pasca invasi Rusia ke Ukraina, ditambah lesunya sektor manufaktur dan permintaan dari China yang melemah, Jerman sempat terperosok ke dalam resesi pada 2023 dan 2024.
Lalu, apa yang mengangkat perekonomian mereka tahun lalu? Tampaknya, andalannya justru datang dari dalam negeri. Pengeluaran pemerintah dan belanja rumah tangga yang lebih tinggi berhasil mendorong pertumbuhan, meski di tengah gejolak kebijakan tarif dari Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar
OJK Siapkan Gugatan Perdata sebagai Senjata Terakhir dalam Kasus DSI